Kamis, 01 September 2022

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman Hayati

 

1.      Apa itu keanekaragaman hayati?

Keanekaragaman hayati adalah variasi di antara makhluk hidup dari berbagai sumber mulai dari gen, spesies, hingga ekosistem.

 

2.      Apa saja tingkatan keanekaragaman hayati? 

Secara umum tingkatan keanekaragaman hayati di bagi menjadi  3 yakni tingkat genetik, tingkat individu, dan tingkat ekosistem.

 

3.      Keanekaragaman Tingkat Gen

Dalam  setiap  sel  organisme atau makhluk hidup  terdapat  substansi  genetik  yang  disebut gen. Gen dapat ditemukan di dalam kromosom yang ada di inti sel.

Keanekaragaman tingkat gen terjadi akibat adanya variasi gen atau struktur urutan gen dalam suatu spesies makhluk hidup.

Gen sendiri adalah faktor pembawa sifat keturunan yang terdapat di dalam kromosom. Setiap urutan susunan gen akan memberikan ekspresi, baik anatomi atau pun fisiologi, pada setiap organisme.

Bila susunan urutan gen berbeda, maka penampakan suatu organisme juga akan berbeda.

Keanekaragaman tingkat ini cukup mudah dikenali dengan ciri-ciri memiliki nama ilmiah sama, serta memiliki perbedaan morfologi yang tidak begitu mencolok. Contohnya jenis anjing berikut ini:

Gambar: Contoh variasi dalam satu spesies  anjing 

Contoh lain pada tumbuhan:

·         Padi dengan nama latin Oryza sativa memiliki varietas Padi rojolele, padi ciherang, padi ciliwung, dan lain-lain

·         Mangga dengan nama latin Mangifera indica memiliki Varietas Mangga arumanis, mangga manalagi, mangga golek, dan lain-lain.

 

1.      Keanekaragaman Tingkat Spesies 

Pada tingkat spesies keanekaragaman ini lebih mudah diamati. Karena memiliki nama latin yang berbeda, variasi bentuk yang lebih berbeda.

    Pada tingkat ini organisme dibedakan berdasarkan perbedaan genus atau famili yang sama di suatu tempat. Contohnya:is (Citrus aurantifolia), dan jeruk manis (Citrus nobilis).

·         Tingkat Genus Musa pada Pisang buah (Musa paradisiaca) dan pisang serat (Musa textilis).

    Tingkat family (sama-sama satu family tapi beda spesies), contohnya:

·         Famili Poaceae pada tumbuhan seperti padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan alang-alang (Imperata cylindrical).

·         Famili Zingiberaceae pada tumbuhan seperti kunyit (Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber officinalis).


2.      Keanekaragaman Tingkat Ekosistem 

Keanekaragaman ini terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis sehingga terjadi perbedaan iklim dan cuaca yang berpengaruh pada perbedaan suhu, curah hujan, dan intensitas cahaya matahari. Dengan perbedaan-perbedaan tersebut flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan berbeda dengan flora dan fauna di daerah yang lainnya. Contohnya:

·         Ekosistem di puncak gunung didominasi tumbuhan lumut dan di huni oleh hewan berbulu tebal.

·         Ekosistem hutan konifer didominasi oleh tumbuhan berdaun jarum seperti pohon pinus dan di huni oleh hewan beruang atau sejenisnya

·         Ekosistem di gurun pasir didominasi oleh tumbuhan kaktus dan dihuni oleh hewan reptil.

·         Ekosistem di pantai didominasi oleh formasi barringtonia dan didalamnya terdapat ikan air dangkal, burung pantai, dan lain-lain.

3.      Manfaat Sumber Daya Hayati

Keberadaan sumber  daya  alam  hayati  dapat  dimanfaatkan oleh umat manusia sebagai  bahan  sandang,  pangan,  dan perumahan.

    Selain  itu, keberadaan sumber  daya  alam hayati dapat pula dimanfaatkan sebagai obat  tradisional, misalnya  jahe, kunyit dan kencur. Sumber daya alam hayati dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, misalnya bio solar yang merupakan produk olahan minyak kelapa sawit.

Tumbuhan akan selalu  menghasilkan  oksigen yang sangat dibutuhkan manusia. Tumbuhan juga berperan penting dalam menjaga  keseimbangan ekosistem yang ada.

Sumber daya  alam hayati banyak digunakan untuk penelitian dan  pengembangan ilmu  pengetahuan.  Dengan  demikian, keanekaragaman hayati mengandung banyak sekali nilai-nilai pendidikan.


4.      Usaha Pelestarian Lingkungan 

Pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan cara pelestarian secara in situ dan pelestarian secara exsitu.

    Pelestarian  secara  in situ  adalah usaha pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di habitat asli. Contohnya pelestarian badak bercula satu di taman Ujung Kulon.

    Adapun pelestarian secara ex situ adalah pelestarian lingkungan yang dilakukan di luar habitat  aslinya.  Caranya  dengan memindahkah beberapa spesies dari habitat aslinya ke tempat lain atau ke penangkaran. Contohnya pelestarian Rafflesia arnoldi di Kebun Raya.

1.      Apa saja yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati? 

Kegiatan manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati diantaranya adalah perburuan liar, pembakaran hutan, pembalakan liar, penggunaan racun dalam menangkap ikan, dan pengembangan bibit unggul.

 

2.      Apa saja yang dapat meningkatkan keanekaragaman hayati?

Kegiatan manusia yang dapat meningkatkan keanekaragaman hayati diantaranya adalah usaha pemuliaan tanaman dengan tetap melestarikan plasma nutfah, reboisasi atau penghijauan, dan penebangan hutan dengan sistem tebang pilih.


3.      Manfaat Mempelajari Keanekaragaman Hayati 

Terdapat beberapa manfaat yang kamu peroleh jika mempelajari keanekaragaman hayati diantaranya adalah mengetahui kegunaan tiap-tiap jenis organisme, mengetahui adanya hubungan ketergantungan antara manusia dengan alam, mengetahui kerabat antar makhluk hidup, serta mendukung keberlangsungan hidup umat manusia.


4.      Klasifikasi Makhluk Hidup 

Sejarah mencatat bahwa Carolus  Linnaeus telah memperkenalkan  cara  pemberian  nama makhluk hidup dengan “sistem binomial nomenclature” (sistem tata nama ganda), yaitu sebuah sistem pemberian tata nama makhluk hidup dengan menggunakan dua kata. Kata pertama merupakan nama genus dan kata kedua adalah nama spesies. Sistem inilah yang menjadi cikal bakal klasifikasi modern.

 

Contoh:

·         Harimau India

Filum  : Chordata

Subflum   : Vertebrata (bertulang belakang)

Kelas  : Mammalia (menyusui)

Bangsa  : Carnivora (pemakan daging)

Suku  : Felidae

Marga   : Felis

Jenis/spesies  : Felis tigris (harimau india)

 

·         Padi

Divisi  : Spermatophyta

Subdivisi  : Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)

Kelas  : Monocotyledoneae (biji berkeping satu)

Bangsa  : Poales (Glumiforae)

Suku  : Poaceae

Marga  : Oryza 

Jenis/spesies  : Oryza sativa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAFTAR ISI